Pembukaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Perkotaan Di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat

(Bogor, 14 Juli  2010) Lembaga Pengabdian Masyarakat IPDN melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Perkotaan di Kota Bogor.  Kegiatan pembukaan digelar pada Hari Rabu tanggal 14 Juli 2010 bertempat di Aula Kantor Kecamatan Bogor Timur.  Acara dibuka oleh Wakil Walikota Bogor  didampingi oleh Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat IPDN Dr. Farida Sinaga, MM., M.Si.  Hadir pula pada kesempatan tersebut beberapa  Pejabat Eselon II Kota Bogor, Camat Bogor Timur, Sekretaris Camat Bogor Timur, Para Lurah se Kecamatan Bogor Timur, Para Kasi Kecamatan Bogor Timur, Para Peserta Kegiatan Pengabdian Masyarakat lainnya.

Dr. Drs. Hyronimus Rowa, M.Si sebagai ketua Panitia yang merupakan Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat Perkotaan dalam laporannya mengatakan bahwa (1) Kegiatan Pengabdian Masyarakat Perkotaan di Kota Bogor mencakup enam kelurahan di Kecamatan Bogor Timur yaitu Kelurahan Baranang Siang, Kelurahan Sukasari, Kelurahan Katulampa, Kelurahan Harjasari, Kelurahan Pakuan, dan Kelurahan tajur. (2) Materi Kegiatan Pengabdian Masyarakat Perkotaan mencakup tiga substansi yakni Administrasi Pemerintahan Kelurahan, Administrasi Pertanahan di Perkotaan, dan Materi Pemberdayaan Masyarakat.  (3) Tenaga Pendampingan Kegiatan Masyarakat Perkotaan bersumber dari Para Dosen IPDN yang berkompeten di bidang Administrasi Pemerintahan Kelurahan, Administrasi Pertanahan, dan Pemberdayaan Masyarakat. (4) Waktu Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Perkotaan ini selama dua bulan yang dimulai pada bulan juli dan berakhir pada bulan agustus 2010 dan direncanakan penutupan akan dilaksanakan sebelum bulan puasa. dan (5) Peserta Kegiatan Pengabdian Masyarakat Perkotaan ini berjumlah 60 orang yang terdiri dari unsur staf kelurahan, para RT dan RW serta Anggota Lembaga.

Walikota Bogor dalam sambutan pembukaannya yang dibacakan oleh Wakil Walikota mengatakan bahwa Pemkot Bogor menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat IPDN dapat memberikan berbagai   pengetahuan yang diperlukan oleh masyarakat dan perangkat di Kota Bogor khususnya pada lokasi pendampingan dalam  mengelola pelayanan kepada masyarakat.

Selanjutnya dalam sambutan pembukaan tersebut disampaikan  sekilas gambaran aktual tentang Kota Bogor, bahwa Kota Bogor saat ini sudah berkembang menjadi sebuah kota besar dan menjadi salah satu titik pertumbuhan perekonomian di Provinsi Jawa Barat.  Jumlah penduduknya saat ini sudah mencapai 1 juta jiwa lebih, yang berasal dari kelahiran serta proses urbanisasi dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagai salah satu kota yang dekat dengan  Jakarta, Kota  Bogor  memang  harus  ikut memikul limpahan dari proses urbanisasi yang terus mengarus ke Ibukota Jakarta.

Dengan banyaknya kaum urban yang menetap di Kota Bogor, maka seperti kota-kota besar lainnya, penduduk warga Kota Bogor sudah sangat majemuk dan tidak lagi sepenuhnya didominasi etnis Sunda. Begitupun dengan status sosialnya sudah sangat heterogen, baik berdasarkan kemampuan ekonominya, latar belakang pendidikannya serta gaya hidupnya.  Salah satu elemen masyarakat warga Kota Bogor yang cukup dominan adalah masyarakat    komuter, yaitu mereka yang sehari-harinya bekerja di perusahaan-perusahaan di Jakarta dan baru  pada malam hari mereka pulang. Kelompok masyarakat komuter diperkirakan sudah   mencapai 30% dari komposisi penduduk Kota Bogor dan mereka inilah antara lain yang telah  ikut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi local, terutama di sektor perdagangan.

Dengan demikian jelas bahwa masyarakat yang dilayani Pemerintah Kota Bogor sebagian adalah masyarakat perkotaan yang memiliki ciri antara lain  berpendidikan   relatif  tinggi,  berpenghasilan cukup baik serta memiliki kesadaran tinggi pula sebagai seorang warga masyarakat. Mereka inilah kelompok yang cukup kritis terhadap apapun   yang dilakukan maupun pelayanan yang diberikan pemerintah daerah, tegasnya.  Di pihak lain ada kelompok masyarkat yang justru mencari penghidupan di Kota Bogor dengan berbagai aktivitasnya. Sebagai dari kelompok inilah yang kerap menimbulkan persoalan sosial seperti maraknya pedagang kaki lima, maraknya gelandangan dan pengemis serta kelompok marjinal lainnya.

Juga ada kelompok lain yang cukup dominan, yaitu para mahasiswa dan para dosen serta para sarjana yang bekerja di berbagai lembaga ilmiah yang ada di Kota Bogor. Terakhir adalah masyarakat tradisional, yang sejak lahir sampai dengan dewasa lahir di Bogor dan sibesarkan di tengah keluarga yang asli keturunan Bogor. Setidaknya kelompok-kelompok masyarakat itulah yang mewakili gambaran karakteristik masyarakat perkotaan di Bogor yang perlu kami hadapi dan kami layani dalam menjalankan tugas memutar roda   pemerintahan   daerah.   Tinggal  bagaimana  kami harus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan dalam menghadapi karakter masyarakat perkotaan seperti itu.

Pada akhirnya sambutannya, walikota berharap kondisi permasalahan yang digambarkan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pemikiran bagi Lembaga Pengabdian Masyarakat untuk menggagas program-program pendampingan yang efektif dan bermanfaat bagi masyarakat dan perangkat daerah Kota Bogor khususnya Kecamatan Bogor Timur.

Rektor IPDN dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Lembaga Penelitian Dr. Farida Sinaga, MM. M.Si mengatakan bahwa IPDN sebagai lembaga pendidikan tinggi kepamongprajaan disamping berperan mendidik kader-kader pemerintahan, juga melakukan program pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Pengabdian kepada masyarakat dimaksudkan untuk memfasilitasi dan memperkenalkan kepada para pelaku pemerintahan di daerah tentang berbagai konsep dan praktek pemerintahan yang terkini sesuai dengan perkembangan model penyelenggaraan pemerintahan.

Disamping itu, materi pendampingan juga bersumber dari hasil penelitian Dosen dan Praja IPDN yang telah teruji kesahihan dan memiliki nilai kemanfaatan bagi masyarakat. Namun demikian, materi pendampingan kepada masyarakat juga di sesuaikan dengan kondisi dan perkembangan masyarakat di daerah, khususnya masyarakat di Kota Bogor.

Diharapkan keseluruhan materi yang menjadi program pendampingan masyarakat perkotaan kali ini dipandang dapat membawa nilai tambah bagi penataan manajemen pemerintahan khususnya pada tingkat kelurahan,   yang hingga dewasa ini dipandang masih relevan untuk dilakukan. Melalui program   pendampingan   ini    juga,   IPDN   senatiasa   ingin   belajar   dari lapangan, oleh karena banyak fakta pemerintahan di lapangan yang jauh lebih maju da kompleks, apabila dicocokan dengan perkembangan konsep pemerintahan itu sendiri. Untuk itu, berbagai temuan lapangan sebagai hasil dari kegiatan pendampingan ini, dapat dijadikan masukan IPDN untuk merumuskan konsep baru tentang manajemen pemerintahan yang relevan dengan perkembanagn lapangan.

Sumber : LPM IPDN

Last Update :  Admin (14 Mei 2011)

Category(s): Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

 

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>